TOKOH DAN ISU KONTEMPORER KAJIAN HADIS DI SINGAPURA

Authors

  • Hamzah Gufron UIN Sumatera Utara, Indonesia Author
  • Nawir Yuslem UIN Sumatera Utara, Indonesia Author
  • Asrar Mabrur Faza UIN Sumatera Utara, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.67446/wxgngn69

Keywords:

Tokoh, Isu Kontemporer, Kajian Hadis Di Singapura

Abstract

Penelitian ini membahas tokoh dan isu-isu kontemporer kajian hadis di Singapura dengan fokus pada tokoh, kontribusi ulama, dan isu-isu kontemporer yang memengaruhi praktik dan pemahaman hadis dalam konteks masyarakat Muslim Melayu yang hidup sebagai masyarakat Muslim minoritas di negara multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan berbasis analisis teks, data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder seperti karya tokoh, dokumen institusional, artikel ilmiah, artikel jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan dinamika studi hadis di Singapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis di Singapura berawal dari pengajaran tradisional melalui masjid, surau, dan madrasah dengan metode talaqqi serta penggunaan kitab-kitab hadis utama seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, dan Hadis Arba’in. Seiring perubahan sosial, modernisasi pendidikan, dan pengaruh globalisasi, kajian hadis mengalami pergeseran dari pola tekstual menuju pendekatan yang lebih kontekstual, rasional, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat Muslim minoritas di negara multikultural tersebut. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi seorang tokoh seperti Syed Sheikh Al-Hadi yang membawa semangat pembaruan Islam melalui pendekatan kritis dan reformis dalam memahami hadis. Selain itu, lembaga Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) berperan penting dalam menginstitusikan pendidikan Islam, menyusun kurikulum, serta mendorong pemahaman hadis yang moderat dan sesuai dengan realitas sosial. Di sisi lain, kajian hadis di Singapura menghadapi berbagai tantangan kontemporer, seperti penyebaran hadis palsu di media sosial, krisis otoritas keagamaan, isu gender, fiqh minoritas, radikalisme, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam studi keislaman. Hasil penelitian ini, bahwa hadis di Singapura tidak hanya dipahami sebagai sumber hukum, tetapi juga sebagai landasan nilai, etika, dan moderasi beragama. Dengan demikian, studi hadis di Singapura terus berkembang dinamis untuk merespons persoalan masyarakat modern.

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

TOKOH DAN ISU KONTEMPORER KAJIAN HADIS DI SINGAPURA. (2026). Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1). https://doi.org/10.67446/wxgngn69

Similar Articles

1-10 of 14

You may also start an advanced similarity search for this article.