Analisis Sapaan Bahasa Jawa dalam Film “Yowis Ben 3” Karya Bayu Skak dan Fajar Nugros (Kajian Sosiolinguistik)
Keywords:
Sapaan, Bahasa Jawa, Sosiolinguistik, Yowis Ben 3Abstract
Lingkup masyarakat yang heterogen menghasilkan begitu banyak variasi bahasa, salah satunya sapaan. Kata sapaan
menjadi variasi bahasa yang mempunyai frekuensi paling sering digunakan dan penting diperhatikan karena menentukan
keberlanjutan interaksi. Kesesuaian sapaan yang digunakan akan berpengaruh pada respon mitra tutur, oleh karena itu
penggunaan sapaan perlu memperhatikan beberapa aspek. Di antaranya adalah aspek lingual, yang meliputi pemilihan
bentuk fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantik. Selain itu pemilihan sapaan menggambarkan perbedaan variabel
sosial, dengan memperhatikan bagaimana penutur memilih suatu bentuk sapaan. Penelitian ini dikaji menggunakan
metode deskriptif kualitatif dan dianalisis dengan pendekatan sosiolinguistik dalam kajian tingkat tutur teori Soepomo
Pudjosoedarmo. Adapun data penelitian bersumber dari film Yowis Ben seri ke-3 karya Bayu Skak dan Fajar Nugros yang
berlatar di Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian ini ditemukan 53 data yang menunjukkan bahwa jenis sapaan di
deskripsikan berdasarkan 1) ciri fonologis berupa penambahan bunyi hamzah, penambahan bunyi “h”, dan pengurangan
suku kata, 2) ciri morfologis sesuai tingkatan tutur, dan reduplikasi morfem, kata atau frasa, 3) ciri sintaksis dibedakan
menjadi bentuk sapaan di awal dan di akhir klausa inti, dan 4) ciri semantis yang dipengaruhi oleh berbagai variabel
sosial seperti usai, jenis kelamin, status sosial, dan perbedaannya berdasarkan teori SPEAKING (Setting, Participants,
Ends, Act, Key, Instrumentalies, Norms, and Genre) oleh Dell Hymes. Fungsi sapaan yang dituturkan dalam proses
interaksi sosial digunakan sebagai penanda keakraban, hubungan kekerabatan, menunjukkan rasa hormat dan kasih
sayang, dan fungi penegasan atau penekanan kepada mitra tutur.

