PERAN INTERAKSI MATA DALAM PEMBENTUKAN KONEKSI SARAF SOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN
Keywords:
Interaksi Mata, Koneksi Saraf Sosial, Anak Usia DiniAbstract
Interaksi mata (eye contact) merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang krusial dalam perkembangan sosial anak usia dini. Periode usia 4–6 tahun dikenal sebagai masa kritis perkembangan saraf sosial, di mana sistem saraf otak yang berperan dalam mengenali ekspresi wajah, membaca emosi, dan menjalin hubungan sosial mengalami pertumbuhan pesat. Studi literatur ini bertujuan menelaah peran interaksi mata dalam pembentukan koneksi saraf sosial anak pada rentang usia tersebut. Berdasarkan analisis terhadap 25 artikel ilmiah (2015–2024), ditemukan bahwa interaksi mata yang konsisten berkontribusi pada aktivasi area sosial otak seperti amigdala, korteks prefrontal medial, dan sulkus temporal superior. Aktivitas seperti bermain peran, mendongeng, dan penggunaan boneka jari terbukti meningkatkan frekuensi eye contact serta mendukung perkembangan empati dan regulasi emosi. Sebaliknya, paparan berlebihan terhadap gadget terbukti menurunkan kualitas eye contact dan berisiko menghambat pembentukan saraf sosial. Hasil ini menegaskan pentingnya stimulasi sosial yang berkualitas dalam pendidikan anak usia dini, khususnya melalui aktivitas yang mendorong kontak mata alami.

