KONSELING LINTAS BUDAYA SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN KOMUNIKASI ABK DI SEKOLAH
Abstract
Berdasarkan permasalahan bagaimana cara meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi anak berkebutuhan khusus, maka penelitian ini bertuuan untuk memberikan pengetahuan dan treatment tentang konseling lintas budaya sebagai sarana untuk mengatasi dan mengetahui bagaimana cara meningkatkan sosial dan komunikasi untuk ABK disekolah baik
itu tunarungu maupun tuna grahita. Konseling lintas budaya merupakan konseling antar dua orang yang memiliki latar
belakang budaya yang berbeda. Dalam hal ini, peran seorang konselor sangat dibutuhkan, dan tentu saja seorang konselor
harus memahami apa dan bagaimana konseling lintas budaya tersebut. Adapun metode yang digunakan peneliti adalah
metode wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini 1) konselor harus mampu menguasai
pemahaman tentang konseling lintas budaya terutama jika berhadapan dengan ABK, 2) anak tuna grahita merupakan anak
yang aktif baik dalam pembelajaran maupun bermain, 3)perkembangan yang tampak pada anak tuna grahita dalam
keterampilan sosial dan komunikasinya.

